Tampilkan postingan dengan label pilar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pilar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Februari 2011

Doa Iftitah Yang Matsur

Beberapa di antara bentuk contoh doa iftitah yang matsur adalah yang kami tuliskan berikut ini:

سبحانك اللهم وبحمدك وتبارك اسمك وتعالى جدك ولا إله غيرك


Maha suci Engaku dan segala puji untuk-Mu. Diberkahilah asma-Mu, tinggilah keagungan-Mu. Dan tiada tuhan kecuali Engkau.
Lafaz ini diriwayatkan oleh Asiyah ra. dengan perawi Abu Daud dan Ad-Daruquthuny. Selain itu juga ada doa yang mungkin Anda sudah menghafalnya, seperti yang berikut ini:

وجهت وجهي للذي فطر السماوات والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين. إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له وبذالك أمرت وأنا من المسلمين

Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan Yang menciptakan langit dan bumi, dengan lurus dan berserah diri sedangkan aku bukan bagian dari orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam.Tiada sekutu baginya dan dengan itulah aku diperintahkan. Dan aku termasuk bagian dari orang-orang muslim.
Lafaz ini sampai kepada kita lewat perawi yang kuat seperti Imam Muslim, Ahmad dan Tirmizy dan dishahihkan oleh Ali bin Abi Thalib. Lafaz ini sebenarnya juga lafadz yang juga ada di dalam ayat Al-Quran Al-Kariem, kecuali bagian terakhir tanpa kata awwalu.

Selain itu juga ada lafdz lainnya seperti di bawah ini:

اللهم باعد بيني وبين خطايا كما باعدت بين المشرق والمغرب، اللهم نقني من الخطايا كما نقيت الثوب الأبيض من الدنس ، اللهم اغيلني بالماء والثلج والبرد

Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana Engaku mensucikan pakaian dari kotoran. Ya Allah, mandikan aku dengan air, salju dan embun.
Tiga lafaz doa ifititah ini dan beberapa versi lainnya lagi adalah pilihan-pilihan yang secara bebas boleh kita pakai.

Hadits-hadits yang berbeda itu tidak boleh dijadikan bahan perpecahan atau saling menyalahkan di kalangan umat Islam. Bolehlah setiap kita menguatkan satu hadits dari hadits lainnya, terutama bila dia seorang muhaddits yang layak berbicara sesuai dengan disiplin ilmu yang dikuasainya.

Namun penilaian dan kritik sanad hadits itu bukan untuk bahan saling mencaci sesama kaum muslimin. Apalagi berkembang sampaisaling menuduh sebagai tukang bid’ah dan semua tudingan yang bukan-bukan. Perbuatan seperti jelas diharamkan Allah SWT, oleh Rasulullah SAW dan juga oleh para ulama hadits itu sendiri.

Bahkan sebenarnya kesunnahan doa ifititah pun tidak mutlak disepakati oleh semua ulama. Paling tidak ada pendapat Al-Malikiyah yang menolak kesunnahannya. Namun meski ada perbedaan di kalangan ulama, kita tidak pernah menyaksikan mereka saling menzalimi di antar mereka.

Semoga kita bisa banyak belajar bukan hanya dari ilmu para ulama, tetapi sekaligus juga akhlaq mereka yang sangat mengagumkan itu. Amien.

Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Ahmad Sarwat, Lc.

Minggu, 20 Februari 2011

Cara Sholat Nabi

Sifat Shalat Nabi

Segala puja dan puji hanya bagi Alloh Subhanahu wa ta’ala, sang pemilik langit dan bumi beserta segala isinya. Kami memuji, meminta pertolongan dan memohon ampun kepada-Nya. Kami berlindung kepada Alloh dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan.
Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Alloh, tiada sekutu bagiNya, dan kami bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya. Wa ba’d.
Shalat adalah ibadah yang paling penting yang telah diajarkan oleh Rosululloh SAW kepada umatnya. Ia merupakan rukun Islam yang ke dua setelah kalimat syahadat “Asyhadu an la ilaha illalloh wa asyhadu anna Muhammadan Rosululloh”
Dalam perkara shalat, Rosululloh shalallohu alaihi wa sallam pernah bersabda “shallu kama roaitumuni ushalli” yang artinya: shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat. Jadi maknanya perkara shalat telah ada tuntunanya dari Rosululloh SAW, mulai dari takbiratul ikram hingga salam. Maka kewajiban kita sebagai seorang Muslim adalah mengikuti apa yang telah beliau lakukan agar shalat yang kita lakukan benar.
Dalam buku Sifat Shalat Nabi yang ditulis oleh Syaikh Nashiruddin Al Albany telah dijelaskan secara terperinci bagaimana Nabi melakukan shalat, baik yang berhubungan dengan hal-hal yang wajib, sunah-sunnahnya serta adab-adabnya. Mulai dari cara takbiratul ikram, posisi ruku’, sujud, doa dalam shalat dan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan shalat.
Beliau dalam menyusun buku ini mengambil dari hadits-hadits shahih, serta
menyebut perkataan empat imam madzhab seputar kewajiban kaum muslimin untuk mengikuti dan berpegang teguh dengan hadits yang shohih. Pada akhirnya saya mengharap agar usaha ini bermanfaat bagi kaum Muslimin. Saya memohon kapada Alloh Azza wa Jalla agar usaha ini ikhlas semata-mata mengharap ridho Alloh dan menjadi amal kebaikan yang akan menambah berat timbangan amal kebaikan saya di akhirat nanti, amin.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification